Senin, 28 Februari 2011

(dalam kurung)

ketika kematian berubah menjadi tarian tarian sang maut diatas bara api 
bara-bara kejantanan
 kurasa itulah kelam ...... yang merubah
 kematian menjadi tarian dalam 
 malam dalam kelam hitam 

dalam jalang diri diantara duka dan kehidupan 
 kehampaan , aku terdiam diam 
 diam sekali 
 hingga ruang terkenang 
 hingga batu melepuh 
 hingga terang membujang 
 tak terperkosahati 
 ya, inilah perih hati 
 peri cinta dalam kubangan ,sperma busuk dalam rahim berkeliaran ,dan oedipus, 
 menjalma aku dengan segala warna warni teruzi mengharmonikan
angin membentuk pelangi yang terbentang diantara belahan vagina 
 dewi iris ..........
 sekali lagi 
 aku mati dalam dada dalam terang 
 dan panahcipid terus menancap dijiwaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar